PASTI TERJADI

Oleh: Zakaria Putra

Setiap insan  bernyawa akan mengalami sesuatu yang pasti akan terjadi. Baik pada diri sendiri dan juga lingkungan di sekitar kita. Mau tidak mau, siap atau tidak siap, itu pasti akan terjadi.

Apa itu yang pasti akan terjadi pada diri kita?.

Banyak dari kita mungkin akan menjawab tanpa berpikir, yaitu Kematian. Ya, memang hal tersebut pasti akan terjadi. Ada kehidupan pasti ada kematian, ada awalan pasti ada akhiran, begitulah kiranya.

Kematian itu sifatnya sangat mendadak bahkan tanpa di persiapkan atau di rencanakan sebelumnya. Hanya bagaimana cara kita mempersiapkan diri sebelum itu terjadi. Sebagai insan beragama juga pasti sudah banyak mendengar apa yang sudah di sampaikan oleh para pemuka agamanya agar senantiasa berusaha mempersiapkan untuk menghadapi kematian.

Memperbanyak amal ibadah, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bahkan berbuat baik kepada sesama. Mungkin sekiranya itu yang akan segera di persiapkan.

Tetapi selain itu, apakah ada yang menyadari apalagi yang pasti akan terjadi?.

Mungkin tidak banyak dari kita yang menyadari bahwa ada yang pasti terjadi pada diri kita dan juga elain Kematian.

Apakah itu....?

Yang pasti terjadi selain kematian adalah bisa di katakan sesuatu hal dasar yang terkadang tidak banyak orang begitu menyadarinya. Dari mulai kita berumur satu hari di dalam rahim sang ibu. Hari demi hari, minggu demi minggu dan seterusnya. Hal itulah yang pasti terjadi pada diri kita.

Mungkin sudah mulai ada yang berpikir, menebak bahkan mengira-ngira. Sebenarnya apakah itu.

PERUBAHAN. Itu yang pasti akan terjadi pada semua makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Baik perubahan pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar kita.

Sudah di jelaskan di atas. Secara fisik saja, apa mungkin kita terlahir langsung dalam keadaan kita saat ini, tentu tidak bukan?.

Di dalam rahim sang ibu kurang lebih sembilan bulan lamanya. Terlahir dengan tubuh yang masih mungil, lucu dan mungkin menggemaskan. Semakin hari semakin bertambah usianya, bertambah berat badannya, bahkan bertambah tingginya.

Sifat kekanak-kanakan, berlanjut remaja yang mulai mencari jadi diri, hingga tumbuh dewasa. Rambutnya yang sedikit menjadi lebat dan tidak menutup kemungkinan kembali merontok lagi selama usianya berambah. Dan masih banyak lagi perubahan yang terjadi pada diri kita selain yang sudah di sebutkan.

Sebagai makhluk sosial, perubahan terjadi juga pada lingkungan, keluarga, tempat tinggal atau di tempat kita bekerja dan yang lainnya.

Lalu, untuk menyikapi perubahan yang terjadi itu seperti apa. Mungkin masing-masing dari kita akan berbeda-beda caranya. Tetapi ada beberapa hal yang bisa di lakukan untuk menghadapi perubahan tersebut.

Jika di berikan pilihan, mau di rubah atau berubah?.

Ya, hal pertama untuk menyikapi perubahan tersebut adalah pilihannya berubah. Karena biar bagaimanapun kita akan merasa tidak nyaman jika di rubah, namun jika kita yang mau merubah, itu akan lebih terasa nyaman pada diri kita.

Hal kedua, siap menghadapi perubahan. Seiring perkembangan zaman, kita harus siap dengan segala sesuatu yang menjadi perubahan.

Bersama-sama dalam menghadapi perubahan, ini yang ketiga. Dengan bersama-sama, maka segala bentuk perubahan yang terjadi bisa jadi terasa lebih ringan untuk kita menghadapinya. Di dalam kehidupan sosial, tidak dapat di pungkiri bahwa kita masih butuh degan orang lain. Baik keluarga, kerabat, teman dan juga lingkungan bermasyarakat.

Selanjutnya, saling menjaga. Berusaha untuk tidak saling menyalahkan satu dengan yang lain, hindari sikap egois yang berlebihan, bahkan saling bermusuhan.

Terakhir adalah saling peduli. Karena dengan kepedulian kita terhadap orang lain itu akan menjadikan perubahan yang nyaman.

Ingat!. Perubahan pasti terjadi, pilihannya berubah, siap menghadapi perubahan, bersama-sama dalam menghadapi perubahan, saling menjaga dan saling peduli.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Tugas